PLANKTONOLOGI
“Pengukuran kualitas air tambak dan identifikasi
Plankton”
Oleh :
Moh. Shodiqul
wahib ( 101410010 )
Moh. Syarif
Hidayat ( 051410013 )
Sulistiyono Eko
P. ( 051410019 )
Abdul Qodir
Wahyu Ramadhani ( 051410002 )
Misbahul Munir (
101410008 )
Gauri indi Tilawa ( 051410005 )
Moh. Firmansyah
( 051410019 )
Semester IV
FAKULTAS PERIKANAN
UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN
2016
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Air
adalah zat atau materi atau unsur yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang
diketahui sampai saat ini di bumi, tetapi tidak di planet lain. Air menutupi
hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kubik (330 juta mil³) tersedia
di bumi.
Untuk
menentukan kualitas air, pengamatan dilakukan berdasarkan berbagai parameter
air baik fisika, kimia, dan biologinya. Dari segi parameter fisika yaitu suhu,
tingkat kecerahan, tingkat kekeruhan dan tingkat kedalaman,. Parameter kimia
yaitu Ph, O2 terlarut dan CO2 bebas, sedangkan untuk
parameter biologi yaitu plankton dan bentos.
Pengukuran
kualitas air dilakukan pada ekosistem perairan seperti kolam waduk, sungai,
laut, danau, teluk, delta, semenanjung dan perairan lainnya.
Dilakukannya pengukuran kualitas air untuk mengetahui
kelayakan dari air tersebut. Dalam praktikum ini, mengukuran kualitas air
dilakukan ditambak FAPERIK UNISLA dengan menggunakan metode purposive sampling,
yaitu pengambilan sampel dilakukan dengan memperhatikan berbagai pertimbangan
kondisi serta keadaan daerah pengamatan. Analisis yang dilakukan menggunakan
dua cara, yakni analisis secara insitu, yaitu analisis sampel yang dilakukan
langsung dilokasi pengamatan dan analisis secara eksitu, yaitu analisis yang
dilakukan di laboratorium namun sebelumnya sampel telah diambil dilokasi
pengamatan.
1.2 Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui
kualitas air di tambak FAPERIK UNISLA dan sebagai informasi mengenai kualitas
air bagi para pembaca, khususnya mahasiswa FAPERIK UNISLA juga untuk memenuhi
tugas laporan hasil praktikum Planktonologi Perairan mengenai Pengukuran
Kualitas Air.
Adapun manfaat dari penulisan makalah ini adalah kita dapat
mengetahui seberapa layak air yang ada ditambak FAPERIK UNISLA untuk digunakan.
Kita juga dapat memahami langkah-langkah untuk mengukur kualitas air dan plankton
disuatu perairan sehingga juga dapat dilakukan pada area yang lainnya. Tak
hanya itu, penulisan makalah ini juga dapat menambah wawasan atau pengetahuan
kita bagaimana cara pengukuran parameter lingkungan perairan sehingga
dapat meningkatkan pemahaman praktikan tentang cara pengukuran parameter fisika
dan parameter kimia serta mengidentifikasi plankton.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Didalam manajemen kualitas air
adalah merupakan suatu upaya memanipulasi kondisi lingkungan sehingga mereka
berada dalam kisaran yang sesuai untuk kehidupan dan pertumbuhan ikan. Di dalam
usaha perikanan, diperlukan untuk mencegah aktivitas manusia yang mempunyai
pengaruh merugikan terhadap kualitas air dan produksi ikan serta kelimpahan
plankton yang berada dalam perairan .
Pengukuran kualitas air dapat
dilakukan dengan dua cara, yang pertama adalah pengukuran kualitas air dengan
parameter fisika dan kimia (suhu, O2 terlarut, CO2 bebas, pH, konduktivitas,
kecerahan, alkalinitas ), sedangkan yang kedua adalah pengukuran kualitas air
dengan parameter biologi (plankton dan benthos) .
Dalam pengukuran kualitas air secara
umum, menggunakan metode purposive sampling, yaitu pengambilan sampel dilakukan
dengaan memperhatikan berbagai pertimbangan kondisi serta keadaan daerah
pengamatan.
Pola temparatur
ekosistem air dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti intensitas cahaya
matahari, pertukaran panas antara air dengan udara sekelilingnya, ketinggihan
geografis dan juga oleh faktor kanopi (penutupan oleh vegetasi) dari pepohonan
yang tumbuh di tepi. Di samping itu pola temperatur perairan dapat di pengaruhi
oleh faktor-faktor anthropogen (faktor yang di akibatkan oleh aktivitas
manusia) seperti limbah air yang mengandung zat kimia berasal dari air petani
sisa pengolahan lahan , penggundulan DAS yang menyebabkan hilangnya
perlindungan, sehingga badan air terkena cahaya matahari secara langsung .
Kecerahan suatu perairan menentukan
sejauh mana cahaya matahari dapat menembus suatu perairan dan sampai kedalaman
berapa proses fotosintesis dapat berlangsung sempurna. Kecerahan yang mendukung
adalah apabila pinggan secchi disk mencapai 20-40 cm dari permukaan.
III. METODOLOGI PENELITIAN
3.1
Waktu dan Tempat
Praktikum Ekologi Perairan mengenai Pengukuran Kulitas Air
dilaksanakan pada tanggal 26 Mei 2016 pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 17.30
WIB bertempat di tambak FAPERIK UNISLA dan di Laboratorium FAPERIK Universitas
Islam Lamongan, Jl. Veteran, Jetis,
Kec. Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
3.2
Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini :
1. Sampel air tambak
Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini seperti :
1. Tabung enlemeyer
2. Jarum suntik
3. Pipet tetes
4. PHmeter,
5. Secchi disk
6. Refraktometer
7. Tissue
8. Thermometer
9. Wadah penampung (botol air mineral)
10. Mikroskop ( monokuler dan binokuler
)
11. Tali raifa
12. Buah apel
13. Kamera
14. Plankton net
3.3 Metodologi Praktikum
Adapun metode yang digunakan dalam
praktikum ini adalah metode survey, yakni penelitian langsung ke lokasi dengan
menggunakan analisis secara in situ dan ek situ.
3.4
Prosedur Praktikum
Sebelum
praktikum dimulai, Pak Fuqu ( Dosen ) menjelaskan cara menggunakan alat-alat
yang akan digunakan nantinya. Dan juga
menjelasakan cara perhitungan analisis untuk masing-masing parameter. Kemudian,
Dosen beserta praktikan pergi menuju Tambak sambil membawa alat-alat yang
dibutuhkan untuk segera melakukan penelitian. Semua penelitian langsung di
daerah penelitian, kecuali Mengidentiifikasi plankton karena alat
mwngidentifikasi plankton berada di laboratorium.
3.4.1 PARAMETER FISIKA
A. Suhu
Pertama
sekali siapakan alat pengukur suhu terlebih dahulu, yakni thermometer. Kemudian
tentukan lokasi air yang akan diukur suhunya. Setelah lokasi pengukuran
didapatkan, ikat bagian pangkal thermometer (bukan ujung air raksa) lalu
masukkan thermometer ke air dengan cara mencelupkan thermometer kedalam
perairan kemudian gantung thermometer tersebut pada permukaan perairan beberapa
menit. Setelah thermometer menunjukkan angka yang konstan, baca angka yang
ditunjukkan thermometer lalu catat hasilnya.
B.
Kecerahan
Siapkan
alat-alat yang akan digunakan, seperti secchi disk. Lalu tentukan lokasi
pengukuran kecerahan. Setelah lokasi didapatkan, turunkan secchi disk secara
perlahan hingga batas tidak tampak, yakni warna hitam pada secchi disk tidak
lagi terlihat. Kemudian ukur panjangnya dengan melihat ukuran yang sudah
tertera dibatang peganggan secchi disk. Setelah itu, secara perlahan tarik
secchi disk keatas hingga warna hitam pada secchi disk tersebut kembali
terlihat lalu ukur juga berapa panjangnya, ini adalah batas tampak. Setelah
nilai batas tidak tampak dan batas tampak telah didapat, maka jumlahkan kedua
nilai tersebut lalu dibagi dua. Ini merupakan nilai kecerahan.
Untuk
lebih jelasnya rumus menghitung kecerahan adalah sebagai berikut,
Kecerahan
air (cm) = Jarak tidak tampak (cm) + Jarak tampak (cm)
2
C.
Kedalaman
Siapakan
alat yang akan digunakan, yakni Tali rafia. Tentukan lokasi perairan yang akan
diukur kedalamannya. Setelah lokasi didapatkan, masukkan meteran (dalam praktik
saat ini menggunakan tali raffia dan diukur dengan barometer panjang yang
berada di batang secchi disk) kedalam perairan hingga mengenai dasar perairan.
Catat kedalaman yang diperoleh.
D. Arus
air
Siapkan
alat yang akan digunakan yaitu tali raffia , sebual apel. Tentukan lokasi yang
akan di buat pengukuran arus air, ukur dan potong tali raffia sepanjang 1 meter
lalu salah satu ujung raffia ikatkan dengan buat apel tadi , lempar apel yang
sudah terikat dengan tali raffia tersebut lalu biarkan apel itu bergerak
terkena arus air lalu hitung waktu yang dibutuhkan tali raffia untuk bisa lurus
akibat terkena arus, catat waktunya .
3.4.2 PARAMETER KIMIA
A.
Pengukuran pH air
Sediakan
alat yang akan digunakan, yakni pH meter. Celupkan ujung bawah PHmeter kedalam
perairan, setelah PH meter menujukkan anggka lalu tunggu beberapa saat. Lihat angka
yang tertera di PH meter samapi angkanya berhenti atau berubah secara lambat
lalu catat hasilnya.
B.
Pengukuran PH Tanah
Sediakan
alat yang akan digunakan, yakni pH meter. Celupkan ujung bawah PHmeter kedalam
Tanah, setelah PH meter menujukkan anggka lalu tunggu beberapa saat. Lihat angka
yang tertera di PH meter sampai angkanya berhenti atau berubah secara lambat
lalu catat hasilnya.
C.
Pengukuran Salinitas air
Sediakan
alat yaitu Refraktometer , ambil sampel air dengan menggunakan suntik , lalu
teteskan di kaca yang berada di refraktor lalu lihat ukuran keasinan air
melalui teropong yang berada di direfraktometer , cari pencahayaan agar
terlihat saat kita meneropong lalu catat hasil ukuran salinitasnya.
3.4.3 PARAMETER BIOLOGI
A. Identifikasi Plankton
Sediakan
alat yaitu mikroskop , ambil sampel dengan menggunakan plankton net, lalu
sampel air di masukan kedalam botol, lalu dibawa ke laboratorium, siapkan
mikroskop , ambi sampel air dengan menggunakan pipet lalu taruh di kaca kecil
di mikroskop , atur mikroskop samapi kita mendapatkan plankton , lalu foto
menggunakan kamera dan catat nama plankton tersebut.
IV. HASIL
4.1
Hasil
A. Parameter Fisika
NO
|
PARAMETER
|
ALAT
|
HASIL
|
1
|
Suhu
|
Thermometer
|
32,9
C
|
2
|
Kecerahan
|
Secchi
Disk
|
60
– 70 Cm
|
3
|
Kedalaman
|
Tali
raffia
|
1,5
M
|
4
|
Kecepatan
|
Tali
, apel , timer
|
0,02
M/S
|
B. Parameter Kimia
NO
|
PARAMETER
|
ALAT
|
HASIL
|
1
|
Ph
Air
|
PH
meter
|
8,04
|
2
|
Ph
Tanah
|
PH
meter
|
6,2
|
3
|
Salinitas
|
Refraktor
|
0
ppt
|
C. Parameter Biologi
NO
|
PARAMETER
|
ALAT
|
HASIL
|
1
|
Plakton
|
Mikroskop
|
Zooplankton
|
|
Pitoplankton
BACIL
|
|||
V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1
Kesimpulan
Setelah diadakannya praktikum pengukuran kualitas air di waduk FAPERIK UNISLA, didapatkan
hasil bahwa suhu dipermukaan
air Tambak adalah 32ͦ,9C, kecerahan
60-70 cm,kedalaman 150
cm, pH air 8,04, dan pH tanah 6,20 . Maka, dapat disimpulkan bahwa kualitas air
di Tambak FAPERIK UNISLA adalah baik.
5.2 Saran
Demi menjaga kualitas air di
Tambak FAPERIK UNISLA, diharapkan
kepada semua pihak agar tidak mencemari air yang ada di Tambak tersebut. Kualitas air di
Tambak saat ini adalah baik, namun apabila tidak dijaga akan berkurang kualitasnya. Maka, marilah bersama-sama kita jaga
agar air di Tambak tersebut tetap sesuai dengan baku mutu yang ditentukan dan
tidak tercemar.
Daftar Pustaka
Hasil Praktikum mahasiswa Perikanan
unisla, 26 Mei 2016



No comments:
Post a Comment