Saturday, 2 July 2016

Laporan praktikum Kualitas Air dan Identifikasi Plankton UNISLA

LAPORAN PRAKTIKUM
PLANKTONOLOGI
“Pengukuran kualitas air tambak dan identifikasi Plankton”
                                                 














Oleh :
Moh. Shodiqul wahib ( 101410010 )
Moh. Syarif Hidayat ( 051410013 )
Sulistiyono Eko P. ( 051410019 )
Abdul Qodir Wahyu Ramadhani ( 051410002 )
Misbahul Munir ( 101410008 )
Gauri indi  Tilawa ( 051410005 )
Moh. Firmansyah ( 051410019 )

Semester IV

FAKULTAS PERIKANAN
UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

2016





I. PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Air adalah zat atau materi atau unsur yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di bumi, tetapi tidak di planet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kubik (330 juta mil³) tersedia di bumi.
Untuk menentukan kualitas air, pengamatan dilakukan berdasarkan berbagai parameter air baik fisika, kimia, dan biologinya. Dari segi parameter fisika yaitu suhu, tingkat kecerahan, tingkat kekeruhan dan tingkat kedalaman,. Parameter kimia yaitu Ph, O2 terlarut dan CO2 bebas, sedangkan untuk parameter biologi yaitu plankton dan bentos. 
Pengukuran kualitas air dilakukan pada ekosistem perairan seperti kolam waduk, sungai, laut, danau, teluk, delta, semenanjung dan perairan lainnya.
Dilakukannya pengukuran kualitas air untuk mengetahui kelayakan dari air tersebut. Dalam praktikum ini, mengukuran kualitas air dilakukan ditambak FAPERIK UNISLA dengan menggunakan metode purposive sampling, yaitu pengambilan sampel dilakukan dengan memperhatikan berbagai pertimbangan kondisi serta keadaan daerah pengamatan. Analisis yang dilakukan menggunakan dua cara, yakni analisis secara insitu, yaitu analisis sampel yang dilakukan langsung dilokasi pengamatan dan analisis secara eksitu, yaitu analisis yang dilakukan di laboratorium namun sebelumnya sampel telah diambil dilokasi pengamatan.


1.2  Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui kualitas air di tambak FAPERIK UNISLA dan sebagai informasi mengenai kualitas air bagi para pembaca, khususnya mahasiswa FAPERIK UNISLA juga untuk memenuhi tugas laporan hasil praktikum Planktonologi Perairan mengenai Pengukuran Kualitas Air.
Adapun manfaat dari penulisan makalah ini adalah kita dapat mengetahui seberapa layak air yang ada ditambak FAPERIK UNISLA untuk digunakan. Kita juga dapat memahami langkah-langkah untuk mengukur kualitas air dan plankton disuatu perairan sehingga juga dapat dilakukan pada area yang lainnya. Tak hanya itu, penulisan makalah ini juga dapat menambah wawasan atau pengetahuan kita bagaimana  cara pengukuran parameter lingkungan perairan sehingga dapat meningkatkan pemahaman praktikan tentang cara pengukuran parameter fisika dan parameter kimia serta mengidentifikasi plankton.














II. TINJAUAN PUSTAKA

Didalam manajemen kualitas air adalah merupakan suatu upaya memanipulasi kondisi lingkungan sehingga mereka berada dalam kisaran yang sesuai untuk kehidupan dan pertumbuhan ikan. Di dalam usaha perikanan, diperlukan untuk mencegah aktivitas manusia yang mempunyai pengaruh merugikan terhadap kualitas air dan produksi ikan serta kelimpahan plankton yang berada dalam perairan .
Pengukuran kualitas air dapat dilakukan dengan dua cara, yang pertama adalah pengukuran kualitas air dengan parameter fisika dan kimia (suhu, O2 terlarut, CO2 bebas, pH, konduktivitas, kecerahan, alkalinitas ), sedangkan yang kedua adalah pengukuran kualitas air dengan parameter biologi (plankton dan benthos) .
Dalam pengukuran kualitas air secara umum, menggunakan metode purposive sampling, yaitu pengambilan sampel dilakukan dengaan memperhatikan berbagai pertimbangan kondisi serta keadaan daerah pengamatan.
Pola temparatur ekosistem air dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti intensitas cahaya matahari, pertukaran panas antara air dengan udara sekelilingnya, ketinggihan geografis dan juga oleh faktor kanopi (penutupan oleh vegetasi) dari pepohonan yang tumbuh di tepi. Di samping itu pola temperatur perairan dapat di pengaruhi oleh faktor-faktor anthropogen (faktor yang di akibatkan oleh aktivitas manusia) seperti limbah air yang mengandung zat kimia berasal dari air petani sisa pengolahan lahan , penggundulan DAS yang menyebabkan hilangnya perlindungan, sehingga badan air terkena cahaya matahari secara langsung .
Kecerahan suatu perairan menentukan sejauh mana cahaya matahari dapat menembus suatu perairan dan sampai kedalaman berapa proses fotosintesis dapat berlangsung sempurna. Kecerahan yang mendukung adalah apabila pinggan secchi disk mencapai 20-40 cm dari permukaan.




























III. METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum Ekologi Perairan mengenai Pengukuran Kulitas Air dilaksanakan pada tanggal 26 Mei 2016 pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 17.30 WIB bertempat di tambak FAPERIK UNISLA dan di Laboratorium FAPERIK Universitas Islam Lamongan, Jl. Veteran, Jetis, Kec. Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

3.2 Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini :
1.      Sampel air tambak

Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini seperti :
1.      Tabung enlemeyer
2.      Jarum suntik
3.      Pipet tetes
4.      PHmeter,
5.      Secchi disk
6.      Refraktometer
7.      Tissue
8.      Thermometer
9.      Wadah penampung (botol air mineral)
10.  Mikroskop ( monokuler dan binokuler )
11.  Tali raifa
12.  Buah apel
13.  Kamera
14.  Plankton net



3.3  Metodologi Praktikum

Adapun metode yang digunakan dalam praktikum ini adalah metode survey, yakni penelitian langsung ke lokasi dengan menggunakan analisis secara in situ dan ek situ.

3.4 Prosedur Praktikum
Sebelum praktikum dimulai, Pak Fuqu ( Dosen ) menjelaskan cara menggunakan alat-alat yang akan digunakan nantinya. Dan  juga menjelasakan cara perhitungan analisis untuk masing-masing parameter. Kemudian, Dosen beserta praktikan pergi menuju Tambak sambil membawa alat-alat yang dibutuhkan untuk segera melakukan penelitian. Semua penelitian langsung di daerah penelitian, kecuali Mengidentiifikasi plankton karena alat mwngidentifikasi plankton berada di laboratorium.

3.4.1 PARAMETER FISIKA
A. Suhu
Pertama sekali siapakan alat pengukur suhu terlebih dahulu, yakni thermometer. Kemudian  tentukan lokasi air yang akan diukur suhunya. Setelah lokasi pengukuran didapatkan, ikat bagian pangkal thermometer (bukan ujung air raksa) lalu masukkan thermometer ke air dengan cara mencelupkan thermometer kedalam perairan kemudian gantung thermometer tersebut pada permukaan perairan beberapa menit. Setelah thermometer menunjukkan angka yang konstan, baca angka yang ditunjukkan thermometer lalu catat hasilnya.

B. Kecerahan
Siapkan alat-alat yang akan digunakan, seperti secchi disk. Lalu tentukan lokasi pengukuran kecerahan. Setelah lokasi didapatkan, turunkan secchi disk secara perlahan hingga batas tidak tampak, yakni warna hitam pada secchi disk tidak lagi terlihat. Kemudian ukur panjangnya dengan melihat ukuran yang sudah tertera dibatang peganggan secchi disk. Setelah itu, secara perlahan tarik secchi disk keatas hingga warna hitam pada secchi disk tersebut  kembali terlihat lalu ukur juga berapa panjangnya, ini adalah batas tampak. Setelah nilai batas tidak tampak dan batas tampak telah didapat, maka jumlahkan kedua nilai tersebut lalu dibagi dua. Ini merupakan nilai kecerahan.
Untuk lebih jelasnya rumus menghitung kecerahan adalah sebagai berikut,
Kecerahan air (cm) = Jarak tidak tampak (cm) + Jarak tampak (cm)
                                                                        2

C. Kedalaman
Siapakan alat yang akan digunakan, yakni Tali rafia. Tentukan lokasi perairan yang akan diukur kedalamannya. Setelah lokasi didapatkan, masukkan meteran (dalam praktik saat ini menggunakan tali raffia dan diukur dengan barometer panjang yang berada di batang secchi disk) kedalam perairan hingga mengenai dasar perairan. Catat kedalaman yang diperoleh.

D. Arus air
Siapkan alat yang akan digunakan yaitu tali raffia , sebual apel. Tentukan lokasi yang akan di buat pengukuran arus air, ukur dan potong tali raffia sepanjang 1 meter lalu salah satu ujung raffia ikatkan dengan buat apel tadi , lempar apel yang sudah terikat dengan tali raffia tersebut lalu biarkan apel itu bergerak terkena arus air lalu hitung waktu yang dibutuhkan tali raffia untuk bisa lurus akibat terkena arus, catat waktunya .



3.4.2 PARAMETER KIMIA
A. Pengukuran pH air
Sediakan alat yang akan digunakan, yakni pH meter. Celupkan ujung bawah PHmeter kedalam perairan, setelah PH meter menujukkan anggka lalu tunggu beberapa saat. Lihat angka yang tertera di PH meter samapi angkanya berhenti atau berubah secara lambat lalu catat hasilnya.

B. Pengukuran PH Tanah
Sediakan alat yang akan digunakan, yakni pH meter. Celupkan ujung bawah PHmeter kedalam Tanah, setelah PH meter menujukkan anggka lalu tunggu beberapa saat. Lihat angka yang tertera di PH meter sampai angkanya berhenti atau berubah secara lambat lalu catat hasilnya.

C. Pengukuran Salinitas air
Sediakan alat yaitu Refraktometer , ambil sampel air dengan menggunakan suntik , lalu teteskan di kaca yang berada di refraktor lalu lihat ukuran keasinan air melalui teropong yang berada di direfraktometer , cari pencahayaan agar terlihat saat kita meneropong lalu catat hasil ukuran salinitasnya.

3.4.3 PARAMETER BIOLOGI
            A. Identifikasi Plankton
     Sediakan alat yaitu mikroskop , ambil sampel dengan menggunakan plankton net, lalu sampel air di masukan kedalam botol, lalu dibawa ke laboratorium, siapkan mikroskop , ambi sampel air dengan menggunakan pipet lalu taruh di kaca kecil di mikroskop , atur mikroskop samapi kita mendapatkan plankton , lalu foto menggunakan kamera dan catat nama plankton tersebut.





















IV. HASIL
4.1 Hasil
A. Parameter Fisika

NO
PARAMETER
ALAT
HASIL
1
Suhu
Thermometer
32,9 C
2
Kecerahan
Secchi Disk
60 – 70 Cm
3
Kedalaman
Tali raffia
1,5 M
4
Kecepatan
Tali , apel , timer
0,02 M/S
           
B. Parameter Kimia
NO
PARAMETER
ALAT
HASIL
1
Ph Air
PH meter
8,04
2
Ph Tanah
PH meter
6,2
3
Salinitas
Refraktor
0 ppt









C. Parameter Biologi
NO
PARAMETER
ALAT
HASIL
1
Plakton
Mikroskop
Zooplankton
CRUSTACEA

Pitoplankton
BACIL










V.  KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Setelah diadakannya praktikum pengukuran kualitas air di waduk FAPERIK UNISLA, didapatkan hasil bahwa suhu dipermukaan air Tambak adalah 32ͦ,9C, kecerahan 60-70 cm,kedalaman 150 cm, pH air 8,04, dan pH tanah 6,20 . Maka, dapat disimpulkan bahwa kualitas air di Tambak FAPERIK UNISLA  adalah baik.

5.2 Saran
            Demi menjaga kualitas air di Tambak FAPERIK UNISLA, diharapkan kepada semua pihak agar tidak mencemari air yang ada di Tambak tersebut. Kualitas air di Tambak saat ini adalah baik, namun apabila tidak dijaga akan berkurang kualitasnya. Maka, marilah bersama-sama kita jaga agar air di Tambak tersebut tetap sesuai dengan baku mutu yang ditentukan dan tidak tercemar.





           









Daftar Pustaka

Hasil Praktikum mahasiswa Perikanan unisla, 26 Mei 2016

No comments:

Post a Comment